Saturday, 2019-09-21, 8:20 AM
Welcome Guest | RSS

Main Main
Registration Main
Login Login
[ New messages · Members · Forum rules · Search · RSS ]
  • Page 1 of 1
  • 1
FORUM » ORTI BALI 3 » RELIGI » Roh dan Warisan Leluhur dalam Keris Bali
Roh dan Warisan Leluhur dalam Keris Bali
red_onDate: Thursday, 2009-04-16, 2:11 PM | Message # 1
Lieutenant
Group: Moderators
Messages: 56
Awards: 0
Reputation: 0
Status: Offline
Liputan6.com, Denpasar: Ada kisah tentang si jahat dan si baik. Rangde, sang kejahatan melawan Barong, sang pembawa kebaikan. Kedua sifat berlawanan itu terlibat pertarungan. Tapi, seperti sudah menjadi hukum alam, kejahatan selalu kalah dari kebaikan. Rangde yang jahat pun akhirnya menyerah di tangan Barong dan pasukan kerisnya. Itu hanyalah sendratari khas Bali. Sebuah sendratari yang menggambarkan keris sebagai alat ketangkasan untuk melawan kejahatan di dunia.

Bagi masyarakat Bali, keris memang dianggap sakral. Benda yang banyak memiliki lekukan di sisi pinggirnya itu dipandang sebagai benda pusaka dan senjata pamungkas di wilayah peperangan. Bahkan, keris melambangkan perlawanan terhadap roh jahat melalui perlindungan dewa-dewa.

Secara historis, keris Bali adalah bagian dari peninggalan kekuasaan Kerajaan Majapahit. Konon, pengaruh kebudayaan Majapahit sangat kuat sehingga alat peperangan seperti keris diadopsi pula oleh kerajaan-kerajaan di Pulau Dewata. Secara filosofis, keris Bali dipandang sebagai perlambang dari nilai ajaran kehidupan agama Hindu. Bahkan, mereka memiliki hari tertentu untuk bersembahyang saat akan merawat kesucian dari keris pusaka miliknya. Keris juga dipandang sebagai benda yang memiliki estetika di dalam kehidupan masyarakat di sana. Hingga kini keris malah masih dipandang sebagai perlambang kekuatan dan simbol kekuasaan.

Biasanya, penganut Hindu yang menyimpan keris pusaka Bali menentukan pembersihan berdasarkan perputaran bulan terhadap bumi. Sedangkan penentuan hari ritual pencucian disesuaikan dengan penanggalan kuno Hindu Bali. Perlakuan terhadap keris pun bersifat sakral. Maklum, keris dianggap memiliki kekuatan magis. Mereka percaya keris adalah manifestasi dari roh para leluhur. Biasanya, keris seperti itu disebut Keris Tayuhan, yang pembuatannya mementingkan tuah ketimbang keindahannya, pemilihan bahan besi, dan pembuatan pamornya. Keris semacam itu biasanya wingit, angker, memancarkan perbawa dan kadang menakutkan. Karena itu, sebagian masyarakat Bali rela bersusah payah untuk sekadar memperoleh keris yang bertuah.

Keris Bali adalah salah satu warisan kuno yang keberadaannya masih diminati kalangan pemburu dan pecinta seni keris. Bahkan, hingga kini beberapa pembuat keris Bali masih bertahan, meski jumlahnya hanya bisa dihitung jari.
Keunikan dan kesakralan keris Bali membuat orang mencarinya, baik untuk kepentingan ritual atau sekadar untuk dikoleksi. Tak berbeda dengan keris Jawa, karakter utama dari keris Bali adalah lekukan yang diciptakan dalam proses penempaan. Sesuai dengan pakem yang mengikuti keris Jawa, maka jumlah lekukan harus selalu berjumlah ganjil. Pembuat keris beranggapan, keris yang sempurna selalu berjumlah ganjil karena memiliki filosofi tertentu.
Keris di Bali tak hanya sebagai benda yang memiliki kaidah seni. Tapi, juga memiliki fungsi sebagai bagian ritual umat Hindu Bali. Salah satunya dalam upacara Pasopati. Dalam upacara ini, keris pusaka leluhur di Puri Kajanan Kesiman, akan disucikan. Upacara Pasopati adalah ritual agama Hindu Bali yang bertujuan mensucikan benda-benda sakral dari pengaruh buruk yang bersifat adarma. Karena benda tersebut hasil buatan manusia.

 
FORUM » ORTI BALI 3 » RELIGI » Roh dan Warisan Leluhur dalam Keris Bali
  • Page 1 of 1
  • 1
Search:


Copyright Bali3community © 2019
Make a free website with uCoz